Jumat, 20 Maret 2020

Affliate Marketing


Affiliate marketing merupakan model bisnis dengan sistem pemberian bayaran komisi untuk jasa seseorang, setelah orang tersebut berhasil menjualkan barang atau jasa merchant melalui pemasaran di internet. Jadi, merchant tersebut memang membutuhkan jasa orang lain dalam menjualkan produknya. Di sini, Anda menjadi orang yang tidak mempunyai produk atau jasa apapun untuk dijual, tetapi Anda bisa membantu merchant untuk menjualkan barang atau jasanya, dengan memasarkannya melalui internet. Setelah barang atau jasa tersebut terjual, maka Anda akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut.

Cara Kerja Affiliate Marketing
Karena affiliate marketing itu dilakukan dengan cara menjualkan produk barang atau jasa orang lain, maka diperlukan peranan serta tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terlibat, terutama penjual dan affiliate-nya. Hal tersebut bertujuan agar strategi marketing yang diterapkan bersama bisa berjalan dengan efektif. Jika diuraikan lagi, dapat kita simpulkan bahwa ada tiga pihak yang terkait dalam proses affiliate marketing, yakni:
  1. Penjual dan pembuat produk
  2. Affiliate atau pengiklan
  3. Konsumen
Maka dari itu, mari simak keterkaitan antara ketiga pihak tersebut sehingga dapat mendukung keberhasilan affiliate marketing.

Siapa  Pelaku  Dari Affiliate Marketing?

1. Penjual dan Pembuat Produk

Penjual, baik yang merupakan entrepreneur tunggal atau perusahaan besar, merupakan vendor, merchant, creator produk, atau retailer yang memiliki produk untuk dijual. Produk tersebut bisa berupa barang fisik seperti misalnya alat-alat perlengkapan rumah tangga, atau jasa yang contohnya berupa makeup tutorial di internet. Biasanya penjual atau seller ini juga dikenal sebagai brand, dan mereka tidak harus terlibat secara langsung dalam proses marketing itu sendiri. Namun, mereka juga bisa menjadi pengiklan dan mendapatkan keuntungan bagi hasil dari penjualan affiliate marketing.

2. Affiliate atau Pengiklan

Juga biasa dikenal sebagai pengiklan, affiliate ini bisa merupakan individu atau perusahaan yang memasarkan produk penjual, dengan cara yang menarik kepada konsumen potensial. Dengan kata lain, secara sederhana, affiliate berperan dalam memasarkan produk barang atau jasa kepada konsumen yang berkemungkinan besar akan membelinya. Affiliate juga bertindak dengan cara meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut bermanfaat untuk mereka, sehingga mereka membelinya. Jika konsumen membeli produknya, maka affiliate mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut.
Pada umumnya affiliate sudah memiliki target audiens atau konsumen tersendiri yang sangat spesifik. Biasanya, segmen konsumen ini dibuat oleh affiliate berdasarkan minat mereka. Hal ini juga turut membantu dalam proses pembuatan niche atau personal brand, yang dapat membantu affiliate untuk menarik konsumen, yang sekiranya bakal memberikan respon positif terhadap pemasaran yang dilakukan oleh affiliate.

3. Konsumen

Peranan konsumen sangat penting dalam affiliate marketing. Ini karena affiliate memasarkan produk berdasarkan minat dan permintaan konsumen, biasanya melalui media sosial, blog dan website. Ketika konsumen membeli produknya, maka penjual dan affiliate akan berbagi hasil keuntungan dari penjualan tersebut. Ada kalanya affiliate berterus terang kepada konsumen bahwa mereka akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Namun, banyak juga affiliate yang benar-benar tidak menjelaskan bahwa penjualan produk tersebut termasuk bagian dari affiliate marketing, sehingga konsumen tak mengetahuinya sama sekali.